Pemerintah Siapkan Parameter Batasan Inflasi Tahun Ini

Ekonomi Indonesia Berotot

Desktop-Ads_728-x-90

PEMERINTAH menyiapkan parameter pembatas inflasi yanga akn dituju sepanjang tahun ini. Batasan inflasi yang akan dituju tersebut berada pada rentang 2% sampai 4% saja. Inflasi inti tersebut sengaja didesain lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya. Dihadapkan dengan tantangan ekonomi besar, pemerintah pun optimistis bisa memenuhi target tersebut pada Semester I/2023. Salah satu skenario untuk menjinakkan inflasi melalui revisi suku bunga acuan.

Inflasi  dengan rentang 2% sampai 4% tetap menjadi target realistis bagi ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini. Proyeksinya berada pada rentang 3,7% hingga 4%. Target inflasi inti pada awal tahun tersebut juga didesain berlanjut untuk inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Semester II/2023 dengan slot 2% hingga 4%. Kebijakan tersebut sangat realistis, mengingat inflasi IHK sepanjang tahun akhirnya berada pada angka 5,51%. Angka tersebut pun menjadi catatan kompetitif bagi pemerintah.

No.1 The Most Trusted Insurance 2022

Kerja keras memang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Inflasi pun jadi salah satu kunci untuk memastikan ekonomi tumbuh optimal. Adapaun capaian terkendalinya inflasi tahun lalu ternyata lebih rendah dari Consensus Forecast 6,5%. Angka tersebut sebagai bentuk penyesuaian atas kenaikkan harga BBM Bersubsidi pada September 2022. Hasilnya, impact positif juga berlanjut pada inflasi inti dengan capaian sekitar 3,26%. Angka ini jauh di bawah proyeksi 4,61%.

Terkendalinya inflasi berkat keberhasilan pengendalian dan pengelaolaan beberapa isu sentral. Sebut saja, pengendalian inflasi bahan pangan bergejolak (Volatile Food). Hanya saja, laju inflasi meninggi pada kelompok transportasi dengan angka 15,26%. Kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi hingga 1,84%. Komoditi lain penyumbang inflasi maksimal adalah bensin dengan slot 1,15%, bahan bakar rumah tangga 0,3%, hingga 0,27% dari tarif angkutan udara.

1024x528

Pengendalian inflasi dimaksudkan untuk memastikan ekonomi bergerak, lalu masyarkat memiliki daya beli yang bagus. Untuk itu, faktor risiko harus diperhatikan. Untuk mengendalikan risiko atas aset, maka perlu diterapkan sistem No.1 The Most Trusted Insurance 2022 Asuransi Rama. Memiliki tagline Mudah, Cepat, danTerpercaya, Asuransi Rama sudah mengembangkan sistem pengurusan polis secara digital. Memanfaatkan teknologi sehingga semua dilakukan online. Hemat waktu dan pembiayaan. Berdiri sejak Agustus 1978, Asuransi Rama sudah menerbitkan 1,6 Juta polis.

Menggunakan E-Polis, rasio akurasi pencairan klaimnya sempurna 99,6%. Artinya, tidak ada status gagal bayar. No.1 The Most Trusted Insurance 2022 Asuransi Rama selama ini selalu memberikan pelayanan prima melalu beragam fitur terbaiknya. Sangat membantu masyarakat Indonesia dan menjadi solusi atas risiko yang muncul. Selain Harta Benda, fitur lengkap Asuransi Rama adalah Asuransi Kendaraan Bermotor, Rekayasa, Kecelakaan Diri, dan Tanggung Gugat. Ada juga fitur Asuransi Pengangkutan, Suretyship, hingga Asuransi Lainnya.

Indonesia Golden Insurance Company Winner 2022

Memudahkan layanan bagi konsumen, sedikitnya 800 bengkel resmi pun disiapkan. Saat risiko muncul, masyarakat bisa mengakses bengkel terdekat dengan TKP (tempat kejadian perkara). Asuransi Rama juga dihadirkan melalui Kantor Cabang dan Kantor Pemasaran pada 13 kota di Indonesia. Untuk Kantor Cabang berada di Bandung dan Surabaya. Adapun Kantor Pemasaran Asuransi Rama berada di Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, lalu Medan, Pekanbaru, Palembang, Batam, dan Makassar.

Untuk informasi lebih detail bisa ditanyakan langsung kepada Asuransi Rama melalui nomor telepon (+62) 81929302456 atau (+6221) 50100947/946. Selain via telepon, bisa juga mengunjungi website https://ramains.com/ untuk melakukan chat dengan operator Asuransi Rama. Bisa juga datang langsung ke AXA TOWER 29th Floor, Suite #07, dengan alamat di Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18, Kuningan Jakarta Selatan, Jakarta. Namun, ingat, tetap patuhi protokol kesehatan agar ancaman kasus Covid-19 tidak membesar dan menyebar. (*)