
Asuransi Rama Raih Penghargaan The Finance Award 2026, Predikat Sangat Bagus
- Asuransi Rama meraih The FinanceAward 2026 dengan predikat “Sangat Bagus” dan nilai 82,42 pada kategori asuransi umumbermodal sendiri Rp100 miliar hingga di bawah Rp250 miliar.
PilihAsuransi - Asuransi Rama menambah modal Rp35 miliar menjadi Rp185,4 miliar melalui suntikan dari Pemegang Saham Pengendali, Muhammad Farid Andika.
- Asuransi Rama menargetkan pemenuhan ekuitas minimum Rp250 miliar pada akhir 2026, sesuai ketentuan OJK, untuk memperkuat ketahanan keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Jakarta – PT Asuransi Rama Satria Wibawa (Asuransi Rama) meraih The Finance Award 2026 dengan predikat “Sangat Bagus” pada kategori perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp100 miliar hingga di bawah Rp250 miliar. Perseroan mencatatkan total nilai 82,42 dalam penilaian yang dilakukan The Finance, bagian dari Infobank Media Group.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kinerja Asuransi Rama berdasarkan penilaian terhadap laporan keuangan selama tiga periode terakhir. Penilaian ini sekaligus mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah persaingan industri asuransi umum yang semakin ketat.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Top 20 Financial Institutions Award 2026 yang digelar The Finance di Shangri-La, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Sebanyak 193 lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, asuransi jiwa, asuransi umum, dan perusahaan pembiayaan menerima penghargaan dalam ajang tersebut.
Khusus industri asuransi dan multifinance, penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan periode 2023–2025. Konsistensi kinerja selama tiga tahun menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam menentukan perusahaan penerima penghargaan.
PilihAsuransi
Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong industri keuangan nasional agar terus berkembang secara profesional, berintegritas, dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“Untuk itulah kami berupaya, The Finance memberikan satu penghargaan, mereka yang selama 3 tahun berturut-turut mempunyai kinerja yang sangat bagus dan kita menghargai CFO yang bekerja luar biasa,” ujarnya.
Menurut Eko, konsistensi kinerja dan integritas menjadi semakin penting di tengah tekanan industri keuangan akibat dinamika global dan tantangan domestik. Kedua aspek tersebut turut menentukan kemampuan lembaga keuangan dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan mempertahankan keberlanjutan bisnis.
Tambah Modal Rp35 Miliar
Di sisi lain, Asuransi Rama juga memperkuat fondasi keuangannya melalui penambahan modal. Perseroan sebelumnya memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan modal sebesar Rp35 miliar yang disuntikkan oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP), Muhammad Farid Andika.
PilihAsuransi
Dengan tambahan tersebut, total modal Asuransi Rama meningkat menjadi Rp185,4 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat ketahanan keuangan sekaligus mempersiapkan kapasitas bisnis menghadapi persaingan industri asuransi.
Penguatan permodalan tersebut juga menjadi tahapan penting bagi Asuransi Rama dalam memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp250 miliar pada 31 Desember 2026. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Asuransi Syariah, Reasuransi, dan Reasuransi Syariah.
Dengan posisi modal Rp185,4 miliar, perseroan masih perlu menambah ekuitas Rp64,6 miliar untuk mencapai batas minimum tersebut. Pemenuhan ketentuan permodalan menjadi agenda penting bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha dan memperkuat daya saing.
Ke depan, penguatan modal diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi Asuransi Rama untuk mengembangkan portofolio produk, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
PilihAsuransi
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus menopang pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah perubahan lanskap industri asuransi. (*)